Selamat datang.
Blog ini saya buat sebagai bentuk keyakinan saya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi manfa'at bagi orang lain, bisa jadi melalui berbagai pengalaman pribadi yang semoga bisa menjadi pelajaran bagi orang lain. Perbedaan sudut pandang seharusnya membuat kita menjadi semakin kaya dan semakin dewasa dalam menentukan sikap terhadap sebuah pilihan.
Terimalah blog yang sederhana ini dengan keterbukaan pikiran agar menjadi manfa'at jika itu baik, dan jika tidak baik maka abaikanlah.

Teteup Semangat !!!

Senin, 28 Januari 2013

Untuk @PLN_SAMARINDA


Karena terbangun tengah malam dan tidak bisa tidur lagi,semalam saya iseng main twitter. Seperti biasa,berbagai informasi dan obrolan ringan bertebaran di socmed tersebut. Mulai dari info seputar BNN yang menangkap RA dkk,termasuk juga gosip seputar RA yang katanya mendekati WH.

Dari sekian banyak akun yang berseliweran,saya tertarik dengan salah satu akun yaitu @PLN_SAMARINDA. Akun ini ternyata adalah akun resmi milik PLN yang secara rutin memberi info tentang gangguan yang terjadi di PLN,khususnya pemadaman yang memang cukup sering terjadi di kota Samarinda. Hal pertama yang membuat saya tertarik adalah keberanian PLN untuk membuat akun tersebut di dunia maya. Bukan hal yang mudah memiliki akun di twitterland.'dunia' yang dirasa sangat 'keras',apalagi bagi lembaga publik atau publik figur.

Sabtu, 26 Januari 2013

Statusmu adalah dirimu adalah warisanmu

Apakah anda belum punya akun facebook? atau mungkin tidak main twitter?
Bagi sebagian orang,anda mungkin akan dianggap gak 'gaol'. Hehehehe,,, hari gene gak punya facebook?!
Tapi kalaupun anda benar2 tidak memilikinya,saya yakin anda pasti memiliki alasan yang sangat kuat untuk sengaja tidak memilikinya,dan saya tetap menghargainya. Nah,jika anda belum memiliki kedua akun tersebut,saya rasa anda tidak perlu melanjutkan membaca sharing saya kali ini. Karena untuk tulisan saya ini,saya ingin khususkan untuk sahabat yang telah memiliki salah satu atau kedua akun tersebut.

Selasa, 15 Januari 2013

Belajar dari pak hakim Daming





Sudah sekitar 2 hari ini jagad pemberitaan diramaikan oleh berita tentang candaan Hakim Daming tentang korban perkosaan yang menuai banyak protes dan kritikan dari berbagi pihak. Melalui berbagai media,masyarakat memnyampaikan kecaman terhadap calon Hakim Agung yang dianggap tidak sensitif terhadap masalah tersebut,sehingga melontarkan candaan yang melukai banyak pihak.


Pagi tadi,saya sempat melihat cuplian berita permintaan ma'af dari pak Daming. Yang dengan berurai air mata mengakui kekhilafannya,serta meminta ma'af telah melontarkan candaan tersebut.

Apakah masalah kemudian selesai? Entahlah. Sepertinya beberapa pihak masih belum marasa 'puas' hanya dengan permintaan ma'af tersebut,dan mungkin pak Daming masih harus menerima hukuman atas kelalaiannya menjaga ucapannya.